Friday, October 24, 2014

Jumatulis Season 2 - 05 Terasi - Tentang Ti


Jadi, alkisah pada jaman sekarang, ada seorang laki-laki, seorang warga keturunan dengan perawakan tidak terlalu tinggi, berkulit (tadinya putih) kuning langsat, berkacamata, memiliki wajah menarik yang seringkali dikira masih anak SMA atau mahasiswa dan yah, baru mulai belajar menulis blog. Sebut saja dia Ti.
Kebetulan, dia mengikuti, ah bukan mengikuti tapi ikut serta -uhmm, bedanya apa yah- dalam sebuah grup, dimana grup tersebut dibuat untuk memotivasi para anggotanya untuk rajin menulis, tak peduli itu sebuah karangan fiksi, prosa manis, puisi cinta, catatan perjalanan, bahkan omong kosong belaka.
Oke, yang terakhir itu kebanyakan Ti yang nulis.
Di tengah kesibukan kerjanya yang mulai padat di suatu waktu di penghujung tahun, dan di hari yang telah ditentukan untuk posting tulisan yang dibuat. Dia kewalahan dengan tema yang diberikan kali ini.
Temanya adalah terasi, iya, terasi. Ti hanya tahu terasi itu bumbu dapur, eh bukan, hmmm. Apa ya namanya, yah pokoknya terasi itu salah satu bahan masakan asli Indonesia. Dibuatnya dari ebi, itu aja udah.
Dan setelah berpikir keras, mencari ide di tengah tumpukan berlembar-lembar kertas berisi angka dan menatap file-file Ms. Excel. Juga berjongkok di American Standard, bahkan duduk di atas Toto, belum ada hasil yang menggembirakan.

Layar laman entri di laptopnya masih kosong, dan Ti pun hanya menatap kosong sambil tangan menggerakkan mouse sesekali. Tak lama, dia mulai mengetik.

"Terasi itu ......









BAU!!

Selesai."

Tangannya mengarahkan mouse. Klik!
Postingan telah selesai dibuat.
Sungguh sebuah mahakarya, sebuah masterpiece abad ini oleh Ti, sang perangkai kata-kata bodoh, pengarang cerita yang sia-sia, dan backpacker wannabe.
Terima kasih.


@sayah_ian 22 Oktober 2014.

Salam berantakan..~~

1 comment: