Thursday, September 24, 2020

Sepenggal Cerita Semu

 

Harinya terus berlalu saja, rutinitas dan laku seperti biasa
semesta begitu sederhana dengan biru pagi dan jingga senja, 
sesekali dengan abu sepanjang hari, juga hitam kelam sang malam yang ditemani bintang dan bulan.

Dan entah sejak kapan, dia mulai asyik berteman.
Saling berbagi semuanya, tentang warna , juga tentang rasa.
Temu itu jadi penyambung cerita, temu itu juga yang buat dia sadar,
dia sudah jatuh cinta.
Klise yah, tapi hangat peluk dan kecup lembut di dahinya saat berpisah
tak pernah benar-benar bisa dia lupa.

Dan singkat kemudian, semua berhenti begitu saja, 
terpisah karna keadaan, dia memutuskan untuk sendiri. 
Cerita saat singgah di satu ruang yang sama 
dua hati erat terhenti terhalang sekat.

Entah mana yang lebih susah, membiarkannya pergi atau bertahan dengan luka.
Sama-sama patah menurutku.
Dia sibuk kini, mendengar lagu, puisi, ataupun membaca.
Semua tentang hal yang sama, tentang bagaimana merelakannya.
Lewat kata-kata dia mencoba, melantangkan usahanya untuk tak lagi bersinggungan dengannya.
Yah, mereka sudah tak saling sapa, tapi dia masih mengais kabar tentangnya, 
entah lewat cuitan atau sepotong pesan ke dunia maya.

Sebaik-baiknya hidup, mungkin saat ini yang membuatnya mati.
Bodoh menurutku, jelas sudah tak bisa, tapi tetap saja tak mau lupa.

............*



@sayah_ian

24 September 2020. 


Monday, September 21, 2020

Kisah

 

Disenandungkannya lagu sambil mengingat, 

tentang cerita yang dulu begitu lekat,

begitu dekat, hingga 'tuk bersama tak perlu lagi menunggu kata. 


Dia terpisah, terpaksa berjalan sendiri 

memapah rindu yang bertambah seiring waktu, namun tak pernah bertemu.

Bergelut dengan rasa yang begitu nyata tapi dipisahkan semesta.


Harap-harap itu semua palsu,

tak mungkin untuk kembali dan bersama.

Cukuplah sendiri bertahan dengan rindu, yang tak hilang meski dia tak lagi mau.




@sayah_ian

21 September 2020.     Salam berantakan..~


Tuesday, September 1, 2020

Dituliskannya

 

dia menulis lagi, di tengah maraknya gelisah
di antara sela-sela patah.
dituliskannya tentang doa, tentang harapnya setiap membuka mata.
semoga hari-harinya menyenangkan
semoga tersenyum cerah
berwarna seperti dia yang menyukai warna-warni.

dituliskannya tentang rasa, serta rindu yang memuncaki semua
manis saat kecup lembutnya, juga hangat erat peluknya.
indah saat tak ada jarak beranjak.

dituliskannya tentang luka, gelisah saat dia lesu rapuh
dan perih saat semuanya berubah.
kata-kata tak tersampaikan,
patah, yang begitu sakit untuk dirasakan.

dituliskannya tentang dia.
dia mencintai, dia pun mencinta
dalam satu rasa yang terpisah langkah.



yang tak dituliskannya adalah
tangis yang berulang saat dia memikirkan semuanya bersama. 

 


@sayah_ian

1 September 2020.     salam berantakan..~